Teori dan Konsep Long-tail Keyword

Salah satu jalan untuk mendapatkan traffic bermutu ke website Anda adalah dengan mengambil cara yang berlawanan dengan yang umum digunakan. Secara logika, memang bagus menargetkan keyword dengan volume pencarian terbanyak (high monthly search), namun pada faktanya hal itu sering membuat kita frustasi. Keyword dengan volume pencarian terbanyak sering kali berbanding-lurus dengan kompetisi yang tinggi juga. Bahkan, kalau pun Anda akhirnya berhasil meraih rangking dan mendapatkan pengunjung dari salah satu keyword “high searched” itu, kemungkinan kualitas traffic Anda akan rendah karena mereka tidak tertarik pada apa yang Anda tawarkan. Selain tidak mendapatkan apa yang Anda targetkan (sale), hal ini juga akan berakibat buruk karena angka bounce rate website Anda akan tinggi, dan perlahan search engine tidak akan mempercayai website Anda untuk ditampilkan kembali pada posisi teratas.

Long-tail keyword

Setiap query pencarian itu ibaratnya seperti DNA, berbeda dan unik satu sama lain. Ada jutaan variasi query pencarian yang unik hasil turunan dari query yang umum atau generic. Faktanya, jika Anda menjumlahkan semua traffic yang datang dari keyword populer (high searched keyword), jumlah tersebut tidak akan mampu mengalahkan jumlah traffic yang datang dari query pencarian yang unik tersebut. Itulah salah satu kelebihan dari long-tail keywords.

Selanjutnya, salah satu komponen penting dari proses SEO adalah memilih keyword yang tepat untuk optimisasi. Jika Anda menjual pakaian, Anda pasti ingin website Anda mendapat peringkat untuk kata kunci “toko pakaian” (head term/keyword utama). Namun, besar kemungkinan Anda akan menemukan beberapa masalah dalam proses optimasinya. Sangat banyak orang yang membidik keyword tersebut sehingga persaingannya menjadi sangat tinggi. Namun, jika Anda mengoptimisasi beberapa halaman di website Anda untuk setiap pakaian yang Anda jual, Anda akan sukses dan akan lebih mudah untuk mendapat peringkat pada SERP. Sebuah keyword seperti “chick simple red with white colar dress” (long-tail keyword) adalah contoh yang baik. Tentu, jumlah orang yang mencari kata kunci ini pun akan jauh lebih rendah dari jumlah yang mencari “toko pakaian”, tapi Anda pasti yakin bahwa orang-orang yang mencari dengan keyword tersebut jauh lebih berpotensi untuk membeli. Contoh lain untuk variasi long-tail keyword untuk head term diatas adalah “toko pakaian jakarta free ongkir”.

Itulah alasan mengapa long-tail keyword sangat efektif untuk diterapkan pada website ecommerce Anda. Targetnya jelas, orang yang mencari sesuatu yang lebih spesifik; membeli sesuatu, atau mencari suatu informasi yang spesifik. Dengan mengoptimalkan long-tail keyword, Anda akan lebih mudah untuk mendapatkan peringkat di search engine, mendapat traffic berkualitas, dan melakukan konversi menjadi penjualan.

Bagaimana, Anda ingin mencoba? Say hello to Pixaal :)

Ingin mengatakan sesuatu?