SEO: On-page dan Off-page

Dalam berbisnis online, selain kita menggunakan media berbayar atau jasa iklan seperti Google Adwords, Facebook Ads dsb, kita juga harus memaksimalkan media lain yang tidak berbayar (organik) yaitu SEO (Search engine optimization). Untuk melakukan SEO atau optimisasi terhadap mesin pencari ada 2 fokus kerja utama yang harus dilakukan, yaitu On-page dan Off-page optimization.

on page dan off page seo

On-Page Optimization
Optimisasi on-page adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk tujuan SEO dan berhubungan langsung dengan website, dimana identitas atau topik suatu website dibentuk. Untuk melakukan optimisasi on-page, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, antara lain:

1. Keyword research
Melakukan riset keyword mutlak harus Anda lakukan karena semua berawal dari sini. Tujuan riset keyword ini adalah untuk menemukan keyword yang paling relevan dengan website Anda dan memiliki volume pencarian yang besar. Sebaiknya tidak menggunakan keyword yang terlalu general (1 kata). Gunakanlah 2 atau 3 kata akan lebih baik karena fokus ke hal yang Anda targetkan. Baca juga 7 cara mencari keyword untuk SEO.

2. Title tag
Buat title tag yang padat, singkat, dan jelas yang paling mewakili dan relevan dengan produk atau informasi yang hendak Anda sampaikan dalam website Anda.

3. Meta Description
Meskipun meta description tidak memberikan efek langsung dalam SEO, namun dalam prakteknya penjelasan singkat yang baik tentang konten dalam website Anda mampu menarik calon visitor untuk melakukan klik pada hasil pencarian (SERP). *Baca artikel Membuat Title Tag dan Meta Description Yang Baik

4. Content
Buatlah konten yang menarik yang mampu memberikan “sesuatu” terhadap pembaca. Perhatikan struktur bahasa dan penulisan. Konten tidak hanya dalam bentuk text, image juga termasuk ke dalam konten. Berilah keterangan pada setiap image yang ada dengan menambahkan alternate tag (alt=”…”) untuk mempermudah mesin pencari mengenali setiap image yang ada. Hal ini juga berlaku untuk konten video.

5. Sitemap
Sitemap berfungsi membantu bot search engine melakukan tugasnya yaitu melakukan crawling suatu website. Jika website Anda menggunakan wordpress, maka sudah banyak plugin yang bisa Anda gunakan untuk men-generate sitemap tersebut. Ada juga layanan website yang bisa membantu Anda dalam membuat sitemap. Anda bisa Googling dengan keyword “sitemap generator”.

6. URL
Selalu gunakan clear URL (SEO friendly URL). Berikut adalah contoh URL yang SEO friendly dan yang tidak:
• friendly: www.websiteanda.com/contoh-url-yang-seo-friendly/
• unfriendly: www.websiteanda.com/?route=product/product&product_id=40

Masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melakukan optimisasi on-page, namun akan kita bahas lebih detil nanti pada artikel yang membahas khusus On-page optimization.

Off-Page Optimization
Selanjutnya adalah off-page. Yang dimaksud dengan off-page optimization adalah optimisasi yang dilakukan di luar halaman website, atau dengan kata lain tidak berhubungan langsung dengan website kita.

Dalam melakukan off-page optimization, Anda akan fokus pada backlink, atau inbound link, yaitu link ke website Anda yang datang dari website lain. Semakin bermutu link yang Anda dapat, semakin tinggi pula reputasi website Anda di mata mesin pencari. Bagaimana mendapat link yang bermutu?

1. Resources
Resources adalah sumber dari mana link itu datang. Carilah resource yang bagus. Para pakar SEO biasanya menggunakan acuan pagerank untuk menilai kualitas suatu resource.

2. Anchor text
Anchor text adalah text yang terlihat yang digunakan untuk hyperlink. Anchor text sangat penting karena membantu mesin pencari seperti Google mengenali topik atau konteks suatu website yang ada dalam hyperlink tersebut.

3. Landing page
Landing page adalah page atau halaman tujuan dari suatu link. Tentukan page atau halaman mana yang hendak dijadikan landing page. Saat mencari backlink, selalu sesuaikan landing page dengan resource dan anchor text yang Anda buat sehingga memiliki relevansi yang tinggi.

4. Social activity
Menjaga hubungan dengan webmaster atau blogger lain adalah hal yang baik, namun sebaiknya hindari untuk saling bertukar link. Mintalah mereka untuk menulis tentang produk Anda disertai link menuju website Anda, jika memungkinkan.

5. Social Media
Share produk atau website Anda ke social media seperti Facebook, Twitter, Google+ Pinterest dll. Selain link menuju website Anda dilihat orang lain, Anda juga akan mendapat backlink. Baca artikel yang berjudul Mengintegrasikan Social Media ke Website Anda.

Itulah beberapa hal pokok secara garis besar mengenai On-page dan Off-page untuk SEO. Untuk penjelasan lebih detil, akan saya bahas pada artikel-artikel selanjutnya. Semoga bisa menambah pengetahuan bagi Anda yang ingin mengenal SEO.

*Jika Anda hendak mempublikasi ulang artikel ini, mohon cantumkan sumbernya.

Ingin mengatakan sesuatu?